Tampilkan postingan dengan label dermaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dermaga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Pagi kita

Halo Ica, ingat tidak saat satu pagi di januari lalu kita di dermaga Buyuk menunggu matahari terbit. Waktu itu ada Izah juga, anak cerdas kelas 2 SD yang katanya besok gede mau jadi pramugari atau kalo enggak mau jadi dokter.

Pagi. Kalau kata Bang Tere, pagi itu ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga jauh di kaki pegunungan.

Dari setiap pagi yang memang selalu berbaik hati menyambut, maka ini dia Ca, salah satu pagi terbaik kita :)

Semangat mengerjakan tesis Ica !!
Waktu itu kita bisa bareng di sana, sekarang Ica mungkin lagi ngetik tesis di kosan, aku di sini ngetik buat Ica sama ngetik apalah ini hehe.

Ah, tapi ini hanya siklus sementara bukan;) Lagipula kita memang tidak pernah sendiri dalam mengerjakan urusan apapun, dimanapun. Seperti pesanmu sore tadi.

Wahuwa ma'akum ainama kuntum.


Kamis, 04 April 2013

Rupa mentari



Bertiga kami pagi itu; saya, Icha, dan Iza kawan cilik kelas 2 SD, menyusur pantai menuju dermaga, tempat pilihan kami menunggu  kemunculan mentari. Desau angin laut dan suara memecah dari ombak air pasang yang bergulung ramah ikut meramaikan tepian pantai yang telah dipenuhi hiruk pikuk aktivitas warga. Toyapakeh selalu sudah ramai sepagi ini. Orang-orang yang menjemput riski di pagi hari.

Ya, Toyapakeh. Menurut saya, desa ini merupakan salah satu tempat yang dengan sukses dapat menghidupkan romantisme sunrise dan sunset. Dari desa ini matahari terbit dari balik rimbun nyiur, tenggelam di barat pulau Nusa Lembongan. Tampak sederhana ya? 














Namun bagi saya wajah matahari di ufuk, tak pernah sederhana :')